Hari Lahir Pancasila; Momentum Merawat Rumah Bersama dan Menguatkan Indonesia Maju
Banyak negara mengalami krisis kepercayaan publik terhadap institusi politik dan demokrasi. Namun Indonesia memiliki modal sosial yang sangat berharga: Pancasila.
Para ilmuwan politik seperti Benedict Anderson menjelaskan bahwa bangsa adalah sebuah "imagined community", sebuah komunitas yang dibangun oleh kesadaran kolektif untuk hidup bersama. Dalam konteks Indonesia, Pancasila adalah perekat utama dari komunitas kebangsaan tersebut. Ia memungkinkan masyarakat yang sangat majemuk untuk tetap memiliki tujuan bersama sebagai bangsa.
Mochtar Pabottinggi menegaskan bahwa Pancasila merupakan "Etika Publik Bangsa Indonesia". Pancasila tidak hanya mengatur hubungan negara dengan warga negara, tetapi juga menjadi pedoman moral dalam mengelola perbedaan dan konflik sosial.
Pandangan ini sejalan dengan teori filsuf politik Amerika, John Rawls, yang menjelaskan bahwa masyarakat yang majemuk membutuhkan sebuah "Overlapping Consensus" atau titik temu bersama yang dapat diterima seluruh kelompok.
Dalam konteks Indonesia, titik temu tersebut adalah Pancasila. Ia memungkinkan setiap kelompok mempertahankan identitasnya tanpa kehilangan komitmen terhadap persatuan nasional.
Saya memandang bahwa politik Indonesia ke depan harus semakin berorientasi pada politik persatuan, bukan politik pembelahan. Politik yang mengedepankan gagasan, bukan permusuhan. Politik yang memperkuat kerja sama, bukan memperlebar perbedaan.